“DPR”, Dewan Pemeras Rakyat


               Akhir-akhir ini pandangan mata kita sering kali di hadapkan pada realita tayangan media tv yang yang seharusnya tidak terjadi di Indonesia. Bukan berita bencana, bukan juga isu perceraian sekalipun kematian. Namun lebih dari itu, akhir-akhir ini banyak media yang gencar menyoroti tingkah laku, khususnya kinerja dari para punggawa di Negeri Garuda ini.

Para elite negeri berdasi itu kini makin atraktif dalam menampilkanatraksi bola api mereka. Mereka makin mahir beradu akting dibalik layar kaca. Ya, sudah menjadi rahasia umum, jika dibalik jas berdasi itu tersimpan sosok serigala hutanyang buas lagi murka.

Disaat pertiwi ini sedang didera cidera, mereka justru seakan membara, bersorak sorai, tertawa diatas cidera sang pertiwi. Bagai kelinci berkepala singa, mereka menyerakahi saudara, bahkan anak, isri mereka sendiri.

Coba bayangkan dan pikirkan, logika mana yang bisa menerima? nalar mana yang bisa mengerti dan memahami? hanya sebuah ruang untuk diskusi saja sampai menelan biaya miliaran rupiah untuk pembangunannya. Hanya ruang untuk diskusi, itu pun terkadang tak jelas apa yang didiskusikannya dan kapan akan kelar masalahnya. Belum lagi ada kursi seharga miliaran rupiah, pengharum ruangan ratusan juta, dan masih banyak lagi produk DePeEr lainnya yang harganya selangit.

Tak tau, paham apa yang mereka anut, ilmu apa yang mereka amalkan, disaat kemiskinan melanda negeri ini, mereka justru berlomba untuk memoles dan merias ruang kerja mereka agar bisa menjadi yang paling mewah.

Bayangkan hanya untuk menyangga pantat mereka saja, mereka menuntut harga ratusan juta rupiah. Tak lihat apa, saudara mereka yang tak senasib dengan mereka tidur hanya beralaskan tikar, itupun kalau ada, terpaksa hanya tidur beralaskan selembar kertas koran bekas.
Belum lagi pembangunan ruang gedung untuk rapat yang menelan anggaan miliaran juta rupiah. Tak lihat apa mereka, anak mereka yang tak sekandung, yang akan menghadapi UJIAN NASIONAL hanya ber.ruang.kan gedung yang tak lagi beratap juga tak berpintu. Tak melihatkah mereka, anak mereka yang tak sekandung terpaksa berdesakkan duduk dibawah rumpunan pohon bambu yang dikarenakan ruang kelas yang dulunya mereka tempati kini sudah rata dengan tanah. Ingat pak/buk, UJIAN NASIONAL lebih berat dibanding hanya DISKUSI untuk kasus yang tak pasti lagi.
Gaji puluhan juta rupiah masih dirasa kurang untuk hidup mereka. Lihatlah disana masih banyak pemulung yang tak pasti penghasilan mereka.

Pernah nggak terpikir kalau suatu saat nanti keadaan berubah, dan dibalikkan faktanya.

Coba jika U.N 2012 nanti diselenggarakan di dalam ruang yang mewah, berpendingin udara. Para peserta UNAS duduk di kursi seharga milaran rupiah, juga disuguhi aneka minuman mewah. Sedang para anggota dewan mengadakan sidang parlemen dibawah rumpunan bambu, yang hanya beralaskan kertas koran, juga beraromakan sampah yang menggunung di sekitar mereka.

Coba jika tukang sapu jalanan, tukang patri panci, hingga para pemulung mendapat gaji plus tunjangan yang tetap setiap bulannya, sedang para anggota dewan hanya dibayar ketika ada belas kasih negara lain untuk bersedekah kepada mereka.

                Apa bisa mereka hidup seperti itu, sehari saja . . hmm, sepertinya itu patut untuk dicoba.

                Katanya wakil rakyat yang siap menyalurkan aspirasi rakyat kecil. Bagaimana mereka bisa mendengar aspirasi rakyat, jika mereka saja tuli untuk mendengar jeritan saudara mereka sendiri. Bagaimana bisa mereka menegakkan keadilan di negeri ini, jika hukum sudah tak lagi buta.

                Cobalah introspeksi diri sedikit. Lihat kami disini. Membangun gedung, membeli kursi itu boleh-boleh saja, tapi yang wajar sajalah. Ingat uang yang anda gunakan itu adalah uang kami.

                Kembalikan tawa kami yang dulu om DPR, tunjukkanlah kasih sayangmu yang dulu om DPR. Do’a dari kami akan senantiasa menyertai langkah kakimu.

Tuhan lebih tau, Tuhan maha bijaksana.

sulistyorama_2012

Categories: Celoteh Remaja | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on ““DPR”, Dewan Pemeras Rakyat

  1. salam knal gan,,
    mw konformasi link sdh dipasang,,
    http://akimlinovsisa.wordpress.com/ Di Link Sahavat,,
    di tunggu konfirmasi backlinknya,,
    trmksh..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: